
Karanganyar – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan sivitas akademika terhadap potensi keadaan darurat, STIKes TujuhBelas Karanganyar menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pemadam Kebakaran dengan tema “Wujudkan Kampus Tanggap Bencana”. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh unsur kampus sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.Bersama Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karanganyar.
Pelatihan dilaksanakan bekerja sama dengan tim pemadam kebakaran dan relawan kebencanaan yang memberikan materi mengenai pencegahan kebakaran, identifikasi sumber bahaya, prosedur evakuasi, hingga praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Peserta juga mendapatkan simulasi penanganan kebakaran sehingga mampu memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Ketua STIKes TujuhBelas menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan kampus. Sebagai institusi pendidikan kesehatan, STIKes TujuhBelas tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan mitigasi bencana yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.
Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh sivitas akademika memiliki kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan dasar dalam mencegah serta menangani kejadian kebakaran secara cepat dan tepat. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata STIKes TujuhBelas Karanganyar dalam mewujudkan kampus yang unggul, aman, dan tangguh terhadap bencana.
Dengan terselenggaranya pelatihan pemadam kebakaran ini, STIKes TujuhBelas terus menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan kesehatan, tetapi juga siap menghadapi berbagai tantangan dan kondisi darurat demi keselamatan bersama.
